TATA CARA MEMBACA AL-QURAN YANG BAIK (Rubrik Tutorial Buletin Minhaj Edisi 25)
Oleh: Zainal Farid
1. Membaca Al-quran di tempat yang suci
Sejumlah ulama
telah menganjurkan membaca al-quran di masjid, karena lebih bersih dan mulia.
Para sahabat meriwayatkan dari abu hanifafah, asy sya’bi berkata bahwa membaca
al-quran di tiga tempat, yaitu tempat mandi, tempat buang kotoran, dan tempat
pegilingan gandum.
2. Menghadap kiblat.
Di utamakan bagi
pembaca Al-quran diluar sembah yang supaya menghadap kiblat. Hendaknya duduk dengan
khusu’ dan tenang sembari menundukkan kepala
3. Di sunnahkan dalam keadaan suci dari
hadast besar dan kecil
4. Al-quran merupakan wahyu Allah Swt. Yang
suci. Jadi , alangkah baiknya ketika hendak membaca Al-quran di pastikan dalam
keadaan suci.
Memohon
perlindungan dari gangguan syetan.
فَإِذَا
قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (98)
Artinya : maka
apabila enkau (Muhammad) hendak membaca Al-quran, mohonlah perlindungan kepada
Allah dari gangguan Syetan yang terkutuk.
5. Membaca basmalah.
Sebagaimana
memulai setiap perbuatan yang baik maka mulailah membaca Al-quran pun dengan
membaca basmalah.
6. Membaca dengan tartib sesuai dengan
mushaf.
Ulama berkata
“pendapat yang lebih terpilih adalah membaca menurut tartib mushaf. Jadi
Al-quran di baca dari surah Al fatihah, kemudian al-baqarah, kemudian al-imran
dan seterusntya.
7. Sejud tilawah ketika bertemu dengan surah Sajadah.
Dan itu salah satu
bentuk interaksi dengan Al-quran adalah melakukan aktivitas tertentu sesuai
dengan bacaan, yakni melakukan sujud tilawah apabila bertemu dengan ayat Sajadah.
Adapun bacaan ketika sujud tilawah :
سَجَدَ
وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهٗ وَشَقَّ سَمْعَهٗ وَبَصَرَهٗ تَبَارَكَ اللّهُ أَحْسَنَ
الْخَالِقِيْنَ
8. Merendahkan dan memerdukan bacaan dengan
tartil
menyandungkan
bacaan Al-quran tentu harus memperhatikan
setiap artinya, termasuk dari adab tilawah yaitu mejaga hukum-hukum tajwid.
9. Berdoa ketika membaca ayat Rahmat dan ayat
Adzab
10.
Memperbanyak menghatamkan Al-quran
membaca Al-quran
dengan khatam (tamat) merupakan perintah Rasulullah Saw. Para sahabat dan para
ulama sangat gemar membaca dan menggali ilmu-ilmu Al-quran, mereka membacanya
sampai Khatam dengan rutin.
11.
Menghindari
bercanda dan mendengarkan secara seksama ketika Al-quran sedang dibacakan.
وَإِذَا
قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهٗ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُوْنَ
Artinya: “Dan
apabila dibacakan Al-quran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu
mendapatrahmat”
12.
Menutup
bacaan dengan Shadaqallahul adzim
“maha benar Allah dengan segala firmannya.
Membaca “shadaqallah” atau maha suci Allah, dengan
demikian berarti kita membenarkan apa yang Allah sampakan dalam keseruhan ayat
yang telah dibacanya.
13.
Mengakhiri dengan doa setelah membacanya. Adapun doanya sebagai berikut;
اَلّلهُمَّ
ارْحَمْنَا بِالْقُرْأَنِ وَأَهْلَهٗ (هَا) إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى
وَرَحْمَةْ اَللّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُمَا نَسِيْنَا وَعَلِّمْنَا مِنْهُمَا جَهِلْنَا
وَارْزُقْنَا تِلَاوَاتَهٗ آنَائَ الَّليْلِ وَاَطْرَافَ
النَّهَارِ وَاجْعَلْه
